Digital Marketing untuk Perusahaan Konstruksi
Pemilik proyek dan konsultan menyaring calon kontraktor lewat Google jauh sebelum undangan tender dikirim. Kami memastikan nama Anda ada di daftar itu.
Cara Pemilik Proyek Memilih Kontraktor
Nilai kontraknya besar dan risikonya panjang. Calon klien melewati tiga tahap sebelum mengundang Anda ke meja tender.
Menyusun daftar pendek
Tim proyek mencari jenis pekerjaan, lokasi, dan kapasitas di Google, bukan nama perusahaan.
Memeriksa rekam jejak
Mereka menilai kualifikasi, pengalaman proyek sejenis, sertifikasi, dan kesiapan tim.
Mengundang tender
Hanya kontraktor dengan portofolio yang terbuka dan mudah dibaca yang diajak bicara harga.
Masalah yang Sering Terjadi dan Cara Kami Menanganinya
Website berhenti di profil dan daftar proyek
Diubah jadi halaman layanan per jenis pekerjaan dan per sektor proyek
Proyek baru hanya datang dari undangan lama
Permintaan penawaran baru masuk tiap bulan lewat SEO dan Google Ads
Portofolio jarang diperbarui dan sulit dibaca
Halaman proyek disusun supaya terbaca calon klien dan mesin pencari
Permintaan masuk lewat WhatsApp tanpa pencatatan
Semua permintaan tercatat dan otomatis diteruskan ke tim estimasi
Marketing dinilai dari jumlah pengunjung
Laporan dihitung dari permintaan penawaran dan nilai kontrak
Kombinasi Channel untuk Konstruksi
01Search Engine OptimizationMenangkap pencarian jenis pekerjaan, lokasi proyek, dan spesifikasi yang sangat teknis.→02Google AdsTampil lebih dulu saat pemilik proyek mencari kontraktor untuk kebutuhan mendesak.→03LinkedIn AdsMenjangkau manajer proyek, procurement, dan direktur di perusahaan pemilik proyek.→04Lead Generation B2BForm permintaan penawaran, halaman per jenis pekerjaan, dan alur follow up yang rapi.→05Marketing AutomationMenjaga hubungan dengan calon klien yang proyeknya baru mulai tahun depan.→Bicarakan Target Proyek Baru Perusahaan Konstruksi Anda
Ceritakan jenis pekerjaan, wilayah, dan skala proyek yang Anda kerjakan. Kami balas dengan rencana channel yang masuk akal, bukan template.
Tanpa biaya, tanpa komitmen.
Jadwalkan Konsultasi Gratis→
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah digital marketing cocok untuk perusahaan konstruksi?
Cocok, tapi ukurannya berbeda dari ritel. Yang dikejar bukan jumlah pengunjung, melainkan permintaan penawaran dari pemilik proyek yang anggarannya sudah jelas.
Proyek kami selama ini dari tender dan relasi. Apakah tetap relevan?
Justru relevan. Pemilik proyek hampir selalu mencari pembanding di Google sebelum menyusun daftar undangan. Kalau Anda tidak muncul, Anda tidak ikut dinilai.
Kata kunci seperti apa yang ditargetkan?
Jenis pekerjaan, lokasi, dan spesifikasi. Contohnya kontraktor gudang Bekasi, jasa konstruksi baja, kontraktor interior kantor, atau pekerjaan mekanikal elektrikal pabrik.
Berapa lama sampai ada permintaan penawaran masuk?
Google Ads biasanya mulai memberi data yang bisa dibaca dalam tiga sampai enam minggu. SEO butuh tiga bulan atau lebih, tapi biayanya menurun seiring waktu.
Apakah kami perlu mengubah website?
Belum tentu. Kami mulai dari audit, lalu memberi daftar perbaikan yang bisa dikerjakan bertahap. Halaman per jenis pekerjaan dan halaman proyek biasanya yang paling mendesak.
Bagaimana kalau pekerjaan kami sangat khusus, misalnya konstruksi pabrik kimia?
Justru bagus. Semakin spesifik pekerjaannya, semakin sedikit pesaing di pencarian, dan semakin tinggi nilai setiap permintaan yang masuk.
Kami mengerjakan proyek pemerintah dan swasta. Bisa keduanya?
Bisa, tapi dipisah. Keduanya punya cara memilih, kata kunci, dan halaman yang berbeda. Menggabungkannya justru membuat keduanya lemah.
Apakah portofolio proyek harus ditampilkan lengkap?
Tidak harus lengkap, tapi harus cukup untuk membuktikan kapasitas. Nama klien bisa disamarkan, yang penting skala, lingkup pekerjaan, dan hasilnya jelas.
Bagaimana permintaan yang masuk ditindaklanjuti?
Kami pasang alur otomatis: permintaan tercatat, diteruskan ke tim estimasi, dan diingatkan kalau belum dijawab dalam batas waktu yang Anda tentukan.
Apakah ini membantu saat kami ikut prakualifikasi?
Membantu. Profil yang rapi, sertifikasi yang mudah dibaca, dan portofolio yang terbuka sering jadi bahan penilaian awal sebelum dokumen prakualifikasi dibuka.
