Digital Marketing untuk Perusahaan Logistik
Perusahaan yang mencari mitra pengiriman dan pergudangan membandingkan penyedia lewat Google sebelum meminta penawaran. Kami memastikan nama Anda ada di daftar pertimbangan itu.
Cara Perusahaan Memilih Mitra Logistik
Keputusan logistik menyangkut biaya bulanan dan risiko operasional. Calon klien melewati tiga tahap sebelum menghubungi Anda.
Mencari rute dan layanan
Tim procurement mengetik rute, jenis kargo, dan kapasitas di Google, bukan nama perusahaan ekspedisi.
Mengecek kredibilitas
Mereka menilai izin, cakupan wilayah, armada, dan bukti penanganan kargo sejenis.
Meminta penawaran tarif
Hanya penyedia dengan data selengkap mungkin yang diajak bicara harga.
Masalah yang Sering Terjadi dan Cara Kami Menanganinya
Website hanya menampilkan profil perusahaan
Diubah jadi halaman layanan per rute dan per jenis kargo yang bisa ditemukan
Klien datang hanya dari relasi dan tender
Permintaan penawaran baru masuk tiap bulan lewat SEO dan Google Ads
Tarif jadi satu satunya pembeda
Keunggulan operasional ditonjolkan supaya tidak selalu perang harga
Permintaan masuk lewat WhatsApp tanpa pencatatan
Semua permintaan tercatat dan otomatis diteruskan ke tim yang tepat
Marketing dinilai dari jumlah pengunjung
Laporan dihitung dari permintaan penawaran dan nilai kontrak
Kombinasi Channel untuk Logistik
01Search Engine OptimizationMenangkap pencarian rute, jenis kargo, dan layanan gudang yang sangat spesifik.→02Google AdsTampil lebih dulu saat perusahaan mencari ekspedisi untuk kebutuhan mendesak.→03LinkedIn AdsMenjangkau manajer supply chain dan procurement di perusahaan target.→04Lead Generation B2BForm permintaan tarif, landing page per rute, dan alur follow up yang rapi.→05Marketing AutomationMenjaga hubungan dengan calon klien yang kontraknya baru habis tahun depan.→Bicarakan Target Klien Baru Perusahaan Logistik Anda
Ceritakan rute, jenis kargo, dan kapasitas yang Anda layani. Kami balas dengan rencana channel yang masuk akal, bukan template.
Tanpa biaya, tanpa komitmen.
Jadwalkan Konsultasi Gratis→
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah digital marketing cocok untuk perusahaan logistik?
Cocok, tapi ukurannya berbeda dari ritel. Yang dikejar bukan jumlah pengunjung, melainkan permintaan penawaran dari perusahaan yang benar benar punya kebutuhan pengiriman rutin.
Klien kami selama ini dari tender dan relasi. Apakah tetap relevan?
Justru relevan. Perusahaan yang sedang mengganti vendor hampir selalu mencari pembanding di Google lebih dulu. Kalau Anda tidak muncul, Anda tidak masuk daftar pertimbangan.
Kata kunci seperti apa yang ditargetkan?
Rute, jenis kargo, dan layanan spesifik. Contohnya ekspedisi Jakarta Surabaya, jasa cold chain, gudang bonded, atau freight forwarding impor China.
Berapa lama sampai ada permintaan penawaran masuk?
Google Ads biasanya mulai memberi data yang bisa dibaca dalam tiga sampai enam minggu. SEO butuh tiga bulan atau lebih, tapi biayanya menurun seiring waktu.
Apakah kami perlu mengubah website?
Belum tentu. Kami mulai dari audit, lalu memberi daftar perbaikan yang bisa dikerjakan bertahap. Halaman rute dan form permintaan tarif biasanya yang paling mendesak.
Bagaimana kalau layanan kami sangat teknis, misalnya kargo berbahaya?
Justru bagus. Semakin spesifik layanannya, semakin sedikit pesaing di pencarian, dan semakin tinggi nilai setiap permintaan yang masuk.
Kami melayani B2B dan juga pengiriman ritel. Bisa keduanya?
Bisa, tapi dipisah. Keduanya punya kata kunci, halaman, dan cara mengukur yang berbeda. Menggabungkannya justru membuat kedua duanya lemah.
Apakah Apikly menangani konten berbahasa Inggris untuk klien asing?
Ya. Untuk freight forwarding dan kepabeanan, versi bahasa Inggris sering dibutuhkan karena keputusannya ada di kantor pusat luar negeri.
Bagaimana permintaan yang masuk ditindaklanjuti?
Kami pasang alur otomatis: permintaan tercatat, diteruskan ke tim yang tepat, dan diingatkan kalau belum dijawab dalam batas waktu yang Anda tentukan.
Bisakah digabung dengan pameran dan aktivitas sales yang sudah jalan?
Bisa, dan biasanya saling menguatkan. Daftar pengunjung pameran bisa dipakai untuk targeting LinkedIn Ads, sementara SEO menangkap mereka yang mencari setelah pameran selesai.
