Menyusun Strategi Marketing B2B
Kebanyakan perusahaan langsung memilih channel sebelum tahu siapa yang disasar dan apa yang mau dikatakan. Urutan itu yang bikin budget habis tanpa hasil.

Sudah beriklan tapi tidak yakin channel mana yang bekerja.
Untuk audit dan penyusunan. Eksekusinya menyusul setelah itu.
Segmen, pesan, channel, dan angka target yang disepakati bersama.
Empat Langkah Menyusunnya
Strategi bukan dokumen tebal yang jarang dibuka. Empat keputusan ini yang menentukan hasilnya.
Membaca posisi sekarang
Dari mana klien datang selama ini, berapa biayanya, dan channel mana yang sebenarnya bekerja. Tanpa ini, strategi apa pun cuma tebakan.
Memilih segmen yang dikejar
Menyasar semua orang sama saja dengan tidak menyasar siapa pun. Segmen dipersempit sampai Anda bisa menyebut ciri perusahaannya dengan jelas.
Menyusun pesan yang membedakan
Kalau pesan Anda bisa dipakai pesaing tanpa mengubah satu kata pun, pesan itu belum membedakan apa apa.
Memilih channel dan ukurannya
Baru di langkah terakhir channel dipilih, mengikuti di mana segmen itu mencari, bukan mengikuti tren.
Empat Keputusan yang Sering Dilewati
Strategi yang gagal biasanya bukan karena eksekusinya buruk, tapi karena empat hal ini tidak pernah diputuskan.
Target ditulis sangat luas, misalnya semua perusahaan yang butuh layanan kami.
Kami persempit sampai bisa disebut industrinya, ukurannya, dan siapa yang memutuskan.
Klaim umum seperti berpengalaman, terpercaya, dan profesional.
Kami ganti dengan pernyataan yang hanya benar untuk Anda dan bisa dibuktikan.
Dipilih karena sedang ramai dibicarakan, bukan karena ada di sana.
Kami pilih berdasarkan tempat segmen itu benar benar mencari solusi.
Diukur dari jumlah pengunjung dan jumlah tayangan.
Kami ukur dari permintaan yang layak dan biaya untuk mendapatkannya.
Kombinasi Channel yang Dipakai
Bicarakan Arah Marketing Perusahaan Anda
Ceritakan kondisi sekarang dan target yang ingin dicapai tahun ini. Kami balas dengan rencana yang masuk akal, bukan template.
Tanpa biaya, tanpa komitmen.
Jadwalkan Konsultasi Gratis→
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa isi sebuah strategi marketing B2B yang benar?
Empat hal: siapa yang disasar, apa yang dikatakan ke mereka, lewat mana disampaikan, dan bagaimana keberhasilannya diukur. Sisanya adalah rencana pelaksanaan, bukan strategi.
Kenapa tidak boleh langsung pilih channel?
Karena channel hanya alat pengantar. Kalau belum jelas siapa yang disasar dan apa pesannya, channel apa pun akan terasa mahal dan hasilnya sulit dinilai.
Berapa lama menyusunnya?
Dua sampai empat minggu untuk audit dan penyusunan, tergantung seberapa lengkap data kampanye yang sudah ada.
Data apa saja yang dibutuhkan dari kami?
Riwayat kampanye dan biayanya, daftar klien yang sudah ada beserta industrinya, dan gambaran mana klien yang paling menguntungkan. Boleh dianonimkan.
Kalau kami belum pernah beriklan sama sekali?
Justru lebih sederhana. Tidak ada kebiasaan lama yang harus dibongkar. Kami mulai dari profil klien terbaik yang sudah Anda punya.
Apakah strategi ini perlu diubah tiap tahun?
Segmen dan pesan biasanya bertahan lebih lama. Yang perlu ditinjau tiap kuartal adalah channel dan alokasi budget, karena biayanya bergerak terus.
Bagaimana kalau segmen kami memang beragam?
Dipilih satu yang paling menguntungkan untuk dikuasai lebih dulu. Setelah menang di sana, segmen berikutnya jauh lebih mudah karena sudah ada bukti.
Apa tanda strategi kami bermasalah?
Kalau Anda tidak bisa menjawab dari channel mana klien terakhir datang, atau kalau pesan di situs Anda bisa dipakai pesaing tanpa mengubah satu kata pun.
Apakah Apikly juga menjalankan strateginya?
Ya. Kami menyusun sekaligus menjalankan, karena strategi yang tidak pernah dieksekusi tidak ada nilainya. Kalau Anda punya tim sendiri, kami bisa menyerahkan rencananya.
Bagaimana kalau hasilnya tidak sesuai rencana?
Ditinjau tiap bulan dan dikoreksi. Strategi yang baik memang harus bisa salah di beberapa asumsi, yang penting salahnya ketahuan cepat dan murah.
