Digital Marketing untuk Perusahaan SaaS
Calon pengguna software membandingkan pilihan sendiri sebelum bicara dengan sales. Kami membuat produk Anda muncul di tahap perbandingan itu.
Cara Perusahaan Memilih Software Baru
Pembelian software melibatkan pengguna, atasan, dan bagian keuangan. Sebagian besar prosesnya terjadi sebelum Anda tahu mereka ada.
Mencari solusi masalah kerja
Mereka mengetik masalah operasional, bukan nama kategori software. Misalnya cara merapikan absensi cabang.
Membandingkan alternatif
Mereka membaca perbandingan, harga, ulasan, dan mencari tahu integrasi dengan sistem yang sudah dipakai.
Mencoba atau meminta demo
Yang dicoba adalah produk yang informasinya paling lengkap dan paling mudah dipahami.
Masalah yang Sering Terjadi dan Cara Kami Menanganinya
Situs hanya menjelaskan fitur, bukan masalah
Diubah jadi halaman yang bicara masalah kerja calon pengguna
Trial banyak, yang jadi pelanggan sedikit
Alur onboarding dan follow up dirapikan supaya trial berlanjut jadi langganan
Harga disembunyikan sehingga calon pembeli mundur
Struktur harga dijelaskan secukupnya supaya prospek tetap lanjut
Kalah di pencarian dari pemain global
Fokus ke konteks lokal seperti regulasi, pajak, dan integrasi bank Indonesia
Tidak tahu kanal mana yang menghasilkan pelanggan
Setiap pendaftaran terlacak sampai sumbernya, jadi budget bisa diarahkan
Kombinasi Channel untuk SaaS
01Search Engine OptimizationMenangkap pencarian masalah kerja, perbandingan produk, dan istilah integrasi.→02Google AdsTampil di kata kunci pembanding dan nama kompetitor yang nilainya paling tinggi.→03LinkedIn AdsMenjangkau pengambil keputusan berdasarkan jabatan, ukuran perusahaan, dan industri.→04Lead Generation B2BLanding page per kasus penggunaan, form demo, dan penyaring prospek yang layak.→05Marketing AutomationRangkaian email dari trial ke demo, lalu ke perpanjangan langganan.→Bicarakan Cara Menambah Pengguna Berbayar
Ceritakan produk, target pengguna, dan model harga Anda. Kami balas dengan rencana channel yang masuk akal, bukan template.
Tanpa biaya, tanpa komitmen.
Jadwalkan Konsultasi Gratis→
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Produk kami masih baru dan belum dikenal. Apakah sudah waktunya?
Sudah, asal fokusnya benar. Untuk produk baru, kata kunci masalah lebih efektif daripada kata kunci kategori yang sudah dikuasai pemain besar.
Bagaimana bersaing dengan software global yang budgetnya besar?
Dengan bermain di tempat yang tidak mereka garap: regulasi lokal, integrasi bank dan pajak Indonesia, bahasa, dan dukungan yang bisa dihubungi di jam kerja setempat.
Kata kunci seperti apa yang ditargetkan?
Tiga lapis: masalah kerja, kategori software, dan nama alternatif. Lapisan masalah paling murah, lapisan alternatif paling siap membeli.
Kami jualan lewat sales, bukan self service. Apakah tetap cocok?
Tetap cocok. Yang berubah hanya tujuannya: bukan pendaftaran langsung, melainkan permintaan demo dari perusahaan yang ukurannya sesuai target.
Berapa lama sampai terlihat hasilnya?
Google Ads memberi data yang bisa dibaca dalam tiga sampai enam minggu. SEO untuk SaaS biasanya butuh empat sampai enam bulan sebelum jadi sumber utama.
Apakah harga perlu ditampilkan di situs?
Tidak harus angka pastinya, tapi kisarannya sebaiknya ada. Menyembunyikan harga sepenuhnya membuat sebagian besar calon pembeli mundur sebelum menghubungi.
Bagaimana menangani trial yang tidak berlanjut?
Dengan rangkaian follow up yang dipicu perilaku, bukan jadwal. Pengguna yang berhenti di langkah tertentu diberi bantuan yang sesuai langkah itu.
Apakah konten teknis perlu dibuat?
Perlu, terutama dokumentasi integrasi dan penjelasan keamanan data. Untuk pembeli perusahaan, dua hal itu sering jadi penentu di tahap akhir.
Kami menyasar UMKM sekaligus perusahaan besar. Bisa keduanya?
Bisa, tapi dipisah. Keduanya punya bahasa, harga, dan alur pembelian yang berbeda. Menggabungkannya membuat pesannya kabur.
Bagaimana mengukur keberhasilannya?
Dari jumlah pengguna berbayar baru dan biaya untuk mendapatkannya, bukan dari jumlah pendaftaran trial.
