Cara Menyusun Daftar Negative Keyword untuk Iklan B2B
Cara kerja negative keyword, kelompok yang hampir selalu perlu diblokir di B2B, tempat memasangnya yang benar, dan kesalahan yang bisa merugikan.
Di iklan B2B, negative keyword sering lebih menentukan daripada kata kunci yang Anda pasang. Volume pencariannya kecil, biaya per kliknya tidak murah, dan sebagian besar orang yang mengetik istilah teknis di Google bukan calon pembeli.
Ada pelamar kerja, mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas, orang yang mencari barang bekas, dan pesaing yang sedang mengintip. Kalau mereka tidak disaring, budget Anda habis untuk klik yang tidak akan pernah jadi permintaan penawaran.
Cara kerja negative keyword yang sering disalahpahami
Negative keyword juga punya match type, sama seperti kata kunci biasa, dan cara kerjanya berbeda beda.
Tanpa tanda apa pun berarti broad. Iklan tidak akan tayang kalau pencarian memuat semua kata itu, dalam urutan apa pun. Kalau Anda memasang lowongan kerja, pencarian kerja lowongan operator ikut terblokir, tapi pencarian yang cuma memuat lowongan saja tidak.
Tanda kutip berarti phrase. Yang diblokir adalah pencarian yang memuat frasa itu utuh dan berurutan.
Kurung siku berarti exact. Hanya pencarian yang persis sama yang diblokir.
Sekarang bagian yang paling sering membuat orang tertipu. Negative keyword tidak ikut memblokir variasi dekat. Berbeda dengan kata kunci biasa yang otomatis mencakup bentuk jamak, salah ketik, dan kata yang berdekatan artinya, negative keyword hanya memblokir persis apa yang Anda tulis.
Artinya memasang lowongan tidak memblokir loker. Memasang bekas tidak memblokir seken atau second. Semua variasinya harus ditulis satu per satu.
Mulai dari laporan search term, bukan dari tebakan
Daftar negative keyword yang baik tidak dikarang di awal. Dia tumbuh dari data.
Di Google Ads, buka campaign Anda, masuk ke bagian laporan, lalu pilih Search terms. Yang tampil di situ adalah pencarian asli yang diketik orang, bukan kata kunci yang Anda pasang. Dua hal itu sering jauh berbeda.
Ubah rentang waktunya jadi tiga puluh hari terakhir, lalu urutkan berdasarkan biaya dari yang terbesar. Baca dari atas. Setiap baris yang jelas jelas bukan calon pembeli, tandai lalu jadikan negative.
Satu hal yang perlu diketahui: Google tidak menampilkan semua pencarian di laporan ini. Pencarian yang sangat jarang dilakukan disembunyikan karena alasan privasi. Jadi total biaya di laporan search term biasanya lebih kecil daripada total biaya campaign. Itu normal, dan itu juga alasan kenapa daftar negative tetap perlu dilengkapi secara manual.
Kelompok yang hampir selalu perlu diblokir di B2B
Lowongan dan karier. Ini penyedot budget nomor satu untuk perusahaan manufaktur dan jasa. Kata yang perlu masuk daftar antara lain lowongan, loker, karir, karier, rekrutmen, gaji, magang, dan pkl.
Tugas sekolah dan kuliah. Istilah teknis banyak dicari untuk keperluan belajar. Yang biasanya dipasang: pengertian, adalah, artinya, contoh, makalah, skripsi, jurnal, pdf, ppt, materi, dan soal.
Orang yang mau mengerjakan sendiri. Cara membuat, cara bikin, tutorial, langkah langkah, dan sejenisnya. Orang ini sedang mencari panduan, bukan pemasok.
Barang bekas dan sewa. Kalau Anda hanya menjual baru, blokir bekas, seken, second, dan preloved. Kalau Anda tidak menyewakan, blokir sewa, rental, dan penyewaan. Perhatikan arah sebaliknya juga, karena beberapa perusahaan justru hidup dari pencarian sewa.
Gratis dan unduhan. Gratis, free, download, dan crack untuk penyedia software.
Wilayah yang tidak Anda layani. Kalau Anda hanya melayani Jawa, nama kota di luar itu bisa dijadikan negative. Ini melengkapi pengaturan lokasi, karena orang di Jakarta bisa saja mengetik nama kota lain.
Satu kelompok yang perlu dipikir dua kali adalah kata murah dan harga. Naluri pertama biasanya memblokirnya, padahal di banyak kategori B2B justru orang yang serius mencari pemasok yang mengetik itu. Periksa dulu di laporan search term apakah pencarian itu benar benar menghasilkan permintaan, baru putuskan.
Menaruhnya di tempat yang benar
Negative keyword bisa dipasang di tiga tingkat, dan pilihannya menentukan seberapa repot Anda nanti.
Di tingkat ad group untuk memisahkan lalu lintas antar ad group yang mirip. Misalnya supaya pencarian yang memuat kata sewa hanya masuk ke ad group sewa, tidak bocor ke ad group jual.
Di tingkat campaign untuk hal yang berlaku di seluruh campaign itu.
Lewat daftar bersama untuk hal yang berlaku di semua campaign. Ini yang paling sering dipakai. Buka bagian shared library di Google Ads, buat negative keyword list, lalu pasangkan daftar itu ke semua campaign sekaligus. Sekali menambah kata di daftarnya, semua campaign ikut terlindungi.
Susunan yang praktis untuk perusahaan B2B: satu daftar berisi lowongan kerja, satu daftar berisi istilah edukasi, satu daftar berisi barang bekas dan gratis, dan satu daftar berisi wilayah yang tidak dilayani. Dipisah begitu supaya bisa dipasang selektif per campaign.
Kesalahan yang bisa merugikan
Memblokir terlalu luas di awal. Memasang kata umum seperti industri atau perusahaan sebagai broad negative bisa mematikan sebagian besar pencarian yang justru Anda inginkan. Untuk kata yang berpotensi kena silang, pakai phrase atau exact.
Menambahkan negative yang bertabrakan dengan kata kunci sendiri. Kalau sebuah negative memblokir kata kunci yang Anda pasang, kata kunci itu tidak akan pernah tayang dan Google akan menandainya. Periksa kolom status kata kunci sesekali.
Menyalin daftar dari internet mentah mentah. Daftar siap pakai berguna sebagai titik mulai, tapi setiap bisnis punya pencarian buruknya sendiri. Daftar yang benar hanya bisa lahir dari laporan search term akun Anda sendiri.
Memasang lalu melupakan. Bahasa yang dipakai orang berubah, produk baru muncul, dan pencarian baru ikut datang. Sebulan sekali membuka laporan search term biasanya sudah cukup.
Ritme pemeriksaan yang wajar
Di bulan pertama sebuah campaign baru, periksa laporan search term seminggu sekali. Di masa itu Google masih mencari cari dan pencarian yang tidak relevan paling banyak muncul.
Setelah stabil, sebulan sekali sudah cukup. Yang dilihat tetap sama: urutkan berdasarkan biaya, baca dari atas, saring yang jelas tidak relevan.
Cara kami menangani penyaringan ini beserta struktur akunnya ada di halaman jasa Google Ads. Penyaringan di tingkat pencarian ini juga yang membuat permintaan yang sampai ke tim sales lebih layak, dan itu bagian dari lead generation B2B.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa banyak negative keyword yang wajar?
Tidak ada angka baku. Google mengizinkan ribuan per campaign, jadi jumlah bukan masalah. Yang penting setiap kata di daftar itu punya alasan yang bisa Anda jelaskan.
Apakah negative keyword mengurangi jangkauan iklan?
Ya, dan memang itu tujuannya. Yang berkurang seharusnya jangkauan ke orang yang tidak akan membeli. Kalau permintaan penawaran ikut turun setelah menambah negative, berarti ada yang terlalu luas dan perlu ditinjau ulang.
Apakah negative keyword juga berlaku untuk campaign Meta Ads?
Tidak dengan cara yang sama. Meta tidak bekerja berdasarkan pencarian, jadi penyaringannya dilakukan lewat penargetan dan exclusion audience, bukan lewat kata kunci.
Kenapa iklan saya masih tayang untuk pencarian yang sudah diblokir?
Paling sering karena variasinya tidak ikut terblokir. Negative keyword tidak mencakup bentuk jamak, singkatan, dan salah ketik. Periksa juga apakah negative itu dipasang di campaign yang benar.
Apakah perlu memblokir nama pesaing?
Tergantung tujuan. Kalau ingin menghemat, blokir. Kalau memang ingin muncul saat orang membandingkan, biarkan tapi buat ad group terpisah dengan iklan dan halaman tujuan yang khusus untuk perbandingan.
